Selasa, 01 November 2016

Summit Rooftop of West Java 3078mdpl



Akhir tahun 2015, tepatnya pada tanggal 23-26 Desember saya bersama dua rekan saya melakukan pendakian yang cukup mengambil resiko, karena apa? karena pertama, dari kedua teman saya belum pernah ada yang pernah melakukan pendakian ke Gunung Ciremai tersebut, saya pun belum. Kedua, saya dan rekan mempersiapkan segalanya untuk melakukan pendakian hanya punya waktu tiga hari untuk persiapannya. Ini semua terjadi karena mendadaknya keinginan kita untuk menghilangkan penatnya dari rutinitas kita bertiga yang kebetulan semuanya tinggal di kota Besar, Depok dan Jakarta.

ket : foto di tempat pendaftaran simaksi palutungan, sebelum mulai menanjak kami bertiga sempatkan makan siang terlebih dahulu agar badan fit selama pendakian.

Tapi dari semua itu kami sangat bersyukur, karena kami semua selama pendakian selamat sampai rumah tujuan. Dan saya dapatkan banyak hikmah yang saya bisa ambil dari perjalana kali ini. Setiap pemuda yang sering melakukan pendakian pasti mereka tau Gunung Ciremai adalah Gunung yang paling angker, dalam artian memang banyak para pendaki sebelum saya yang sudah sering mengalaminya, salah satunya teman dekat saya di Kampus yang bernama Sonny, Jaya dan Bayu.

Menjadi kebiasaan saya ketika hendak melakukan pendakian untuk silaturahim ke kawan saya yang sudah terlebih dahulu melakukan pendakian untuk mengetahui kondisi medan lapangan, ini juga sangat dianjurkan untuk kalian yang hendak melakukan pendakian, karena Alam tak selamanya indah seperti ‘Artis Sosmed’ yang sering mereka ‘pamerkan’ di akun pribadinya dengan caption yang sungguh luarbiasa menggunggah.

Pendakian ini terjadi berawal dari saya yang sudah mulai sangat jenuh dengan pekerjaan  yang kala itu menjadi salah satu staff Universitas Swasta terbaik di Indonesia. Awalnya saya mengajak beberapa teman SMA untuk melakukan pendakian bersama, tetapi tak ada satupun yang mau mengikuti ajakan saya. Akhirnya saya coba iseng buka sosmed untuk mencari info tentang pendakian Ciremai, tanpa disengaja saya ingat akan teman yang saya baru kenal di ajang tournament Futsal di Jakarta beberapa bulan lalu. Akhirnya saya mengontaknya dan gayung pun bersambut, Alhamdulillah.

 23/10/15
Pukul 11pm kami bertiga berangkat dari terminal Kp Rambutan, disini kita terkena musibah dengan menaiki Bus yang bermasalah, alhasil baru sampai Cirebon pukul 10am keesokan harinya.

24/10/15 
Kita start dari jalur palutungan turun lewat jalur linggarjati, secara otomatis kita bertiga melakukan perjalanan dengan lintas jalur, karena naik dan turunnya lewat jalur yang berbeda. 
Ketika kami berada di pos pendaftaran palutungan ini terjadi sautu kejadian yang memang sedikit agak mistis, yang mengalami kedua teman saya ketika saya sedang mandi karena lengketnya badan yang diakibatkan oleh perjalanan darat dari Kp Rambutan ke Cirebon dengan menggunakan Bus Ekonomi (karena memang saya sangat tidak betah jika badan dalam kondisi tidak bersih).

 ket : foto disaat buka tenda di pos 1, dan kami bertiga menginap 1 malam di pos ini.

Selesai mandi saya menghampiri kedua teman saya yang sedang packing ulang didepan basecamp pendaftaran, disana saya merasa aneh karena melihat raut wajah kedua teman saya yang pucat. Sambil berbisik mereka memberi tau saya dengan nada gemetar "Mal, bener nih gue sekarang baru percaya kalau Ciremai emang angker" ungkap salah satu teman saya, saya pun heran "Angker gimana Cil?", teman saya yang Acil (nama panggilan) melanjutkan ceritanya "iya Mal tadi pas gue lagi packing ulang pas lagi masukin SB ke keril dengar suara cewek ngedesah, awalnya gue fikir cuman gue doang yang denger, ternyata si Oni denger juga pas gua tanya, yaudah deh jadinya packing ulangnya gagal, barang asal kita masukin kekeril seada-adanya"
Itulah selingan kejadian kecil diawal pendakian kita, walhasil kedua teman saya Oni dan Acil melakukan packing ulangnya diperjalanan menuju Pos 1. Pukul 5pm kita tiba di pos 1 cigowong, kita pun langsung mendirikan tenda sebelum kondisi alam semakin gelap, karena kita bertiga dari awal sudah punya komitmen untuk melakukan perjalan tidak pada malam hari kecuali summit attack.

ket : foto ketika break sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke pos satu

25/10/15
Pukul 8am kita mulai lagi perjalanan dari pos satu, ini diluar rencana, karena rencana awal kita jam 6am sudah mulai jalan, tapi karena kondisi cuaca yang lumayan dingin alhasil kita ngaret dua jam hehe. Perjalanan pun dilanjutkan hingga kita sampai di persimpangan jalur palutungan - apuy pada pukul 3pm. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan target sebelum matahari terbenam kami sampai di pos terakhir sebelum summit
Tepat pada pukul 5pm kami sampai di goa walet, yaitu pos terakhir sebelum summit ciremai, dari pos ini sudah sangat terlihat jelas puncak yang kita targetkan. Kami bertiga pun mendirikan tenda di daerah kawah goa walet yang mana disana kami menemukan sudah banyak pendaki lain yang sudah terlebih dahulu mendirikan tenda dengan atap yang berwarna-warni, sungguh sangat indah pemandangan disini.

ket : lokasi pos terakhir sebelum summit, goa walet.


 26/10/15
Awalnya kami ingin berangkat ke summit pada pukul 3am, tapi apa boleh buat, karena kondisi cuaca yang dingin, dan badan kami bertiga yang masih agak lelah menjadikan kami sulit untuk bangun lebih awal, alhasil kami baru mulai beberes tenda pada pukul 6am dan mulai summit pada pukul 7am. Kami bertiga pun sedikit kecewa ketika sudah sampai puncaknya jawa barat kami tidak dapat sunrise karena kita baru sampai puncak pada pukul 9am. Sekitar 60menit kita bertiga ambil gambar diatas sambil beberapa kali narsis, setelahnya kita pun lanjut turun lewat jalur linggartjati, jalur yang berbeda disaat kita mulai start pendakian lewat jalur yang lebih landai yaitu jalur palutungan.
Kami bertiga mulai turun pada pukul 11am, dalam perjalanan pulang acil sedikit mendapatkan musibah ketika kakinya yang sudah mulai goyang tersangkut akar pohon yang menghadangnya, saya dan oni pun segera mengobati dengan perlengkapan P3K yang kami bawa. Ketika sudah pukul 3pm sepertinya kita masih ditengah hutan, karena belum nampak sama sekali ada aktifitas warga disana, alhmdulillah ketika waktu sudah menunjukkan pukul 5pm kami bertiga sudah sampai di pos simaksi linggarjati.
Sesampainya di pos pendaftaran simaksi linggarjati pertama yang kami cari adalah basecamp ranger untuk menaruh barang serta bersih-bersih badan sebelum lanjut sholat dan isi perut yang kemudian kita pulang kerumah masing-masing.  Alhamdulillah perjalanan pun selesai tanpa ada kekurangan apapun.
  
   ket : summit 3079 mdpl