Minggu, 29 September 2013

Kemeja Alisan

Lengan Panjang Slimfit Corak Kotak Kombinasi SOLD OUT




(L #1)



Size 16 (XXL)
Size 15,5 (XL)
Size 15 (L)
Size 14,5 (M)
Pemesanan bisa langsung menghubungi Kamal :
Line           : @kamalmahmudashshawaf
Sms           : 0857 - 1630 - 9637
WhatsApp : 0888 - 0810 - 3827

Kamis, 26 September 2013

Etika Profesi




Definisi Etika Profesi

Menurut Anang Usman, SH., Msi. Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama.
Dari pengertian pakar ahli tersebut pengertian etika profesi dapat diartikan sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek).









Pengertian Kode Etik Profesi

Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakanlanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi.
Kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional. Kode etik yang ada dalam masyarakat indonesia cukup banyak dan bervariasi. Umumnya pemilik kode etik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional, misalnya ikatan penerbit indonesia (IKAPI), kode etik ikatan penasehat hukum indonesia, kode etik jurnalistik indonesia, kode etik advokasi indonesia dan lain-lain.



Tujuan Kode Etik Profesi

Etika profesi merupakan standar moral untuk profesional yaitu mampu memberikan sebuah keputusan secara obyektif bukan subyektif, berani bertanggung jawab semua tindakan dan keputusan yang telah diambil, dan memiliki keahlian serta kemampuan. Terdapat beberapa tujuan mempelajari kode etik profesi adalah sebagai berikut:
·         Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
·         Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota
·         Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
·         Untuk meningkatkan mutu profesi
·         Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
·         Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi
·         Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat
·         Menentukan baku standarnya sendiri



Fungsi dari Kode Etik Profesi

·         Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
·         Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
·         Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi



Sumber :

-          http://for7delapan.wordpress.com/2012/06/22/definisi-etika-profesi-menurut-para-ahli/
-          http://wahabxxxxx.wordpress.com/2012/03/30/pengertian-etika-profesi-tugas-1/

-          http://indahwardani.wordpress.com/2011/05/11/pengertian-etika-profesi-etika-profesi-dan-kode-etik-profesi/

Profesi




Definisi Profesi





Menurut para pakar ahli definisi profesi memiliki arti :
·         Frans Magnis Suseno (1991 : 70)
Profesi terbagi menjadi dua prinsip yang berbeda, yaitu prinsip agar menjalankan profesinya secara bertanggung jawab dan hormat terhadap hak-hak orang lain.
·         K. Bertens
Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nile.ai bersama.
·         Schein, E.H (1962)
Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat
·         Hughes, E.C (1963)
Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya
·         Daniel Bell (1973)
Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat.

Jadi kesimpulan dari pengertian Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus  dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.



Jenis-Jenis Profesi

·         Ujian Kompetensi
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
·         PelatihanIinstitutional
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
·         Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
·         Otonomi Kerja
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
·         Kode Etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.



Contoh Profesi

·         Manajer
Tugas-tugas pokok seorang Manajer :
o   memberi intruksi untuk melaksanakan pekerjaan
o   mengawasi pegawai-pegawai dalam melaksanakan tugasnya
o   melatih pegawai-pegawai untuk melaksanakan tugasnya
o   mengembangkan metode-metode baru untuk melaksanakan pekerjaan
Tugas Manajer kantor dalam hubunganya terhadap bawahan
o   mendamaikan perselisihan-perselisihan bawahan (perorangan)
o   memelihara disiplin, memberi ujian atau memberi hukuman jika diperlukan
o   memeliharan hubungan yang baik dengan bawahan
o   memberikan pinjaman kepada bawahan yang membutuhkan
Tugas Manajer kantor dalam hubunganya terhadap atasan
o   menerima tanggung jawab atas pekerjaan kantor dengan para atasan
o   bekerjasama dengan pengawas-pengawas lainya
o   mengijinkan dan menolak permintaan dari para pegawai
o   melaksanakan kebijakan-kebijakan terhadap lingkungan kantor

·         Wartawan
Wartawan adalah orang yang bekerja dan mendapat nafkah sepenuhnya dari media massa. Tugas pokoknya sebagai sebagai peliput, penyusun berita, dan menyebarkan berita. Adapun kewartawanan, Dalam Undang-Undang No. 11 tahun 1996, pasal 1 ayat 3 disebutkan: “Kewartawanan ialah pekerjaan/kegiatan/ usaha yang berhubungan dengan pengumpulan, pengelolaan dan penyiaran dalam bentuk fakta, pendapat, ulasan, gambar-gambar dan lain-lain sebagainya untuk perusahaan, radio, televisi dan film”.

·         Dan lain sebagainya.



Sumber :

-          http://normaetikaprofesi.blogspot.com/2013/03/pengertian-profesi-menurut-beberapa.html

-          http://proyekagung.wordpress.com/2010/06/21/jenis-jenis-profesi/

Etika




Devinisi Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu”Ethos” yang artinya “kebiasaan  atau adat”. Sedangkan menurut para pakar etika memiliki macam-macam arti yaitu seperti sebagai berikut :
·         Martin (1993)
Kedisplinan yang dapat bertindak sebagai indeks kinerja atau referensi untuk sistem kendali kita.
·         Bertens (1994)
Kumpulan asas atau nilai moral, yang dimaksud adalah kode etik.
·         Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1995 )
Etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
·         Menurut Maryani & Ludigdo (2001)
Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.
Jadi kesimpulan dari pengertian etika diatas adalah nilai moral yang terdapat didalam diri manusia dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya dalam mewujudkan cita-cita dalam kehidupanya.



Jenis-Jenis Etika

·        Etika filosofis
Etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berfikir yang dilakukan oleh manusia. Dan etika mempunyai dua sifat, yaitu :
o   Non Empiris
Non emprise bisa digolongkan sebagai filsafat. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang kongkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
o   Praktis
Etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dsb, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.

·         Etika Teologis
Didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis

Hubungan antara Etika Filosofis dengan Etika Teologis
·         Revisionisme
Augustinus (354-430) → menyatakan bahwa etika teologis bertugas untuk merevisi, yaitu mengoreksi dan memperbaiki etika filosofis.
·         Sintesis
Thomas Aquinas (1225-1274) → menyatakan bahwa etika filosofis menjadi lapisan bawah yang bersifat umum, sedangkan etika teologis menjadi lapisan atas yang bersifat khusus.
·         Diaparalelisme
F.E.D Schleiermacher (1768-1834) → menyatakan bahwa etika teologis dan etika filosofis sebagai gejala-gejala yang sejajar. Hal tersebut dapat diumpamakan seperti sepasang rel kereta api yang sejajar.
Ada pendapat lain yang menyatakan perlunya suatu hubungan yang dialogis antara keduanya. Dengan hubungan dialogis ini maka relasi keduanya dapat terjalin dan bukan hanya saling menatap dari dua horizon yang paralel saja. Selanjutnya diharapkan dari hubungan yang dialogis ini dapat dicapai suatu tujuan bersama yang mulia, yaitu membantu manusia dalam bagaimana ia seharusnya hidup.

Etika Terbagi menjadi dua :

·         Etika Deskriptif
o   Yaitu etika yang menilai secara rasional sikap dan prilaku manusia dan tujuan yang ingin dikejar selama masa hidupnya sebagai sesuatu yang penting.
·         Etika Normatif
o   Yaitu etika yang mengajarkan berbagai sikap pola prilaku yang ideal manusia dalam kehidupan sehari-hari.









Peranan Etika dalam Profesi

·         Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama
·         Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya
·         Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya



Sumber :

-          http://rifkygusma.blogspot.com/2009/10/definisi-etika-profesi-akuntansi.html
-          http://widyazaryani.blogspot.com/2012/10/definisi-etika-menurut-ahli.html
-          http://rafliandre.blogspot.com/2009/10/teori-etika-menurut-para-ahli.html
-          http://anastasiamonita.blogspot.com/2012/10/pengertian-etika-menurut-para-ahli.html
-          http://id.wikipedia.org/wiki/Etika

-          http://nibumzkey.wordpress.com/2012/05/06/etika-profesi/