Senin, 29 Oktober 2012

Pengertian, ciri - ciri dan macam - macam "Karangan semi ilmiah"


Bismillahirrahmanirrahim ......

 

Dalam tugas ke - 4 kali ini saya akan merinci dan mendefinisikan pengertian ciri - ciri dan macam - macam karangan semi ilmiah sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh dosen softskill saya Pak Budiarta selaku Dosen Bahasa Indonesia 2 dalam semester 5.

Definisi

 

Karangan semi ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen, Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.


Ciri -ciri 

 

  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi. 
  • Fakta yang disimpulkan subyektif. 
  • Gaya bahasa formal dan popular. 
  • Mementingkan diri penulis. 
  • Melebihkan-lebihkan sesuatu. 
  • Usulan-usulan bersifat argumentative
  • Bersifat persuasif.

Macam - macam

 

  1. Artikel.
  2. Editorial.
  3. Opini. 
  4. Feuture.
  5. Reportase.
  6. Manga.
    Berikut contoh dari "Karangan Semi Ilmiah"  = http://setevy.wordpress.com/2012/04/22/karangan-semi-ilmiah-editorial/


    Sumber :

     

    • http://yuyunchelsea.wordpress.com/2012/10/27/karangan-semi-ilmiah/
    • http://mayanurhidayah-mayaaa.blogspot.com/2012/10/karangan-semi-ilmiah.html
    • http://tita-online.blogspot.com/2012/03/perbedaan-karya-ilmiah-karya-non-ilmiah.html
    • http://loetfie.blogspot.com/2011/11/perbedaan-karangan-non-ilmiah-semi.html
    • http://uzi-online.blogspot.com/2012/03/perbedaan-karangan-ilmiah-non-ilmiah.html
    • http://setevy.wordpress.com/2012/04/22/karangan-semi-ilmiah-editorial/
    • http://dc261.4shared.com/doc/_3x0T7JT/preview.html

Alhamdulillahirabbil'alamin .....

Kamis, 18 Oktober 2012

pengertian, ciri-ciri dan macam-macam karangan ilmiah


Bismillahirrahmanirrahim ....

 Dalam tugas ketiga kali ini Pak Budiarta selaku dosen pengajar Softskill Bahasa Indonesia 2 pada semester 5 memberikan tugas dengan judul "Karangan Ilmiah" beserta definisi, ciri - ciri dan macam - macam nya.

Definisi


Oke, saya akan mencoba menjelaskan dengan bahasa saya sendiri, apa sih definisi dari karya ilmiah ?  karya ilmiah adalah hasil dari suatu pemikiran seseorang yang bersifat akademis yang kemudian nanti akan dituangkan dalam wujud tulisan. Seperti misalkan penulisan tesis, makalah ataupun sekripisi.

Sedangkan menurut beberapa pakar, karya ilmiah adalah :
  • Suatu tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuanya yang didasari oleh peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun dengan metode tertentu dengan sistematika penulisan dengan bahasa yang santun dan isinya dapat dipertanggung jawabkan keabsahanya (Eko Susilo, M.1995:11)
  • Karangan ilmiah populer  yang ditunjukan kepada masyarakat umum dan karya ilmiah tinggi yang ditunjukan kepada masyarakat professional (Jones 1960).
Sedangkan tujuan dari pembuatan karya ilmiah tersebut adalah :
  1. Memberi penjelasan.
  2. Memberi komentar atau penilaian.
  3. Memberi saran.
  4. Menyampaikan sanggahan dan
  5. Membuktikan hipotesa. 

Ciri - Ciri


  • Struktur Sajian (pendahuluan,  pokok bahasan, dan bagian penutup)
    Pendahuluan merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin di sampaikan
    yang dapat terdiri dari beberapa bab, subtopik dan beberapa paragraph yang dimana bagian penutupnya adalah kesimpulan pokok bahasan serta rekomendasi penulis dengan tindak lanjut gagasan tersebut.
  • Komponen dan substansi
    Komponen dan substansi karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung dari seluruh struktur sajian dan daftar pustaka.
  • Sikap Penulis
    Sikap penulis yang objektif yang dimana disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal dengan banyak menggunakan betuk pasif dan tanpa menggunakan kata pengganti orang pertama dan kedua.
  • Penggunaan Bahasa
    Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata dan kalimat-kalimat efektif yang tersetruktur dan baku.

Macam - Macam

  1. Skripsi
    Adalah karya tulis ilmiah Mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis dari pendapat orang lain yang dimana pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penilitian langsung, observasi lapangan atau penilitian laboratorium ataupun studi perpustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
  2. Tesis
    Jenis karya tulis yang dari hasil studinya bersifat sistematis atas masalah.
    esis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
  3. Desertasi
    Adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

Sumber :   

>> http://bloggueblog.wordpress.com/2012/04/20/pengertian-ciri-ciri-dan-macam-macam-karya-ilmiah/

>> http://makalahpendidikan.blogdetik.com/pengertian-karya-ilmiah-lengkap/ 

>> http://aidafiteri.blogspot.com/2012/04/pengertian-dan-ciri-ciri-karangan.html 

 

Alhamdulillahirabbil alamin ....


Selasa, 02 Oktober 2012

macam-macam dari sebuah "penalaran" yang sesungguhnya

Bismillahirrahmanirrahiim ....

Kelapa Dua - Depok, 02-10-12

Malam ini saya mencoba untuk menjelaskan pengertian dari sebuah "Penalaran" dalam arti yang sesungguhnya karena ketika mencari data-data di mbah google lumayan banyak referensi yang bermuculan, saya pun mengambil beberapa referensi yang menurut saya paling pas dalam penyelesaian tugas softskill saya dalam mata kuliah Bahasa Indonesia 2 yang di ajarkan dikelas oleh Bapak Tri Budiarta tadi siang.

Penalaran

Dari definisi penalaran itu sendiri adalah sebuah proses berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu sehingga melahirkan sejumlah konsep dan pengertian yang dimana nantinya sebuah kesimpulan akan muncul dari proses berfikir tersebut. Dan penalaran disini merupakan bentuk tertinggi dari pemikiran.

Sedangkan menurut para beberapa ahli yang menurut saya menarik untuk disimak dalam penyataanya mengenai "Penalaran" adalah sebagai berikut :
  • Suriasumantri (2001) mengemukakan secara singkat bahwasanya Penalaran adalah suatu aktifitas berfikir yang dimana pengambilan suatu kesimpulanya merupakan sebuah pengetahuan. Sedangkan, menurut ...
  • Keraf (1985) Penalaran adalah suatu proses berfikir dengan menghubung-hubungkan suatu bukti, fakta, petunjuk dan lain sebagainya yang dimana nantinya akan mengerucut pada suatu kesimpulan.

 setelah tadi saya sedikit memaparkan arti dari penalaran, maka disini saya juga akan menjelaskan macam-macam dari penalaran itu sendiri beserta definisi-definisinya.Ada dua macam penalaran, yaitu penalaran Induktif dan Deduktif.

Penalaran Induktif

Adalah kesimpulan dari sebuah prinsip, pengamatan atau sikap yang berlaku secara umum dan berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus yang dimana merupakan pengetahuan baru yang sebenarnya pengetahuan tersebut sudah umum.
Contohnya : Steven Gerrard adalah  pesepakbola hebat Dunia yang berkebangsaan Inggris yang bermain untuk Tim Liga Inggris Liverpool, dan Luis Suarez adalah  pesepakbola hebat Dunia yang berkebangsaan Uruguay yang bermain untuk Tim Liga Inggris Liverpool
Kesimpulanya adalah : Semua pesepakbola yang berada di Tim Liga Inggris Liverpool merupakan pesepakbola-pesepakbola hebat Dunia.

Dalam penalaran induktif itu sendiri mempunyai tiga macam silogisme, yaitu : generalisasi, analogi dan hubungan kausal. Dan dari ketiga macam silogisme tersebut mempunyai tujuan masing-masing, yaitu sebagai berikut :
  1. Generalisasi
    Tujuanya yaitu mengandalkan beberapa pertanyaan yang di mana pertanyaan tersebut mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang bersifat umum.
    Contohnya :
    Jika ada bensin, motor akan hidup dan meluncur.
    Jika ada bensin, mobil akan hidup dan jalan.
    Jika ada bensin, pesawat akan hidup dan terbang.
    Jadi, jika ada bensin semua kendaraan akan hidup dengan kegunaanya masing-masing.
    Generalisasi sendiri mempunyai dua macam pengertian, yaitu : tanpa loncatan induktif (sempurna) dan dengan loncatan induktif seperti apa yang tadi siang dijelaskan oleh dosen Bahasa Indonesia 2 saya yaitu Bapak Tri Budiarta.
  2. Analogi
    Tujuanya yaitu membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama yang dimana nantinya akan diambil kesimpulan sebuah sebab-akibat dengan cara penarikan penalaran
    Contohnya :
    Steven Gerrard adalah pesepakbola hebat dunia.
    Steven Gerrard merupakan pemain kunci liverpool.
    Luis Suarez adalah pesepakbola hebat dunia.
    Oleh sebab itu, Luis Suarez merupakan pemain kunci Liverpool.
  3. Hubungan  Kausal
    Tujuanya yaitu memperoleh penalaran dari macam-macam gejala yang saling berhubungan.
    • Sebab - Akibat
      Steven Gerrard mencetak gol dengan cara yang spektakuler sehingga mengakibatkan para penonton terkagum-kagum
    • Akibat - Sebab
      Juventus terdegradasi ke Serie - B disebabkan Juventus melakukan pengaturan skor dalam beberapa pertandingan.
    • Akibat - Akibat
      Para penonton menyaksikan langsung gol spektakuler Steven Gerrard, sehingga para penonton menjadi terkagum-kagum.

     

Penalaran Deduktif

Adalah cara penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kesimpulan yang bersifat khusus (individual). Penarikan kesimpulan secara penalaran deduktif biasanya menggunakan pola berfikir silogisme yang didalamnya terdapat dua pernyataan dan sebuah kesimpulan. Dan didalam silogisme tersebut juga terdapat premis mayor dan premis minor.

Contoh dalam dua pernyataan silogisme yang didalamnya terdapat sebuah premis mayor, premis minor dan sebuah kesimpulan 
  • Semua atlit sepak bola menggunakan sepatu bola ber - pull ketika dilapangan (premis mayor)
  • Steven Gerrard adalah seorang atilit sepak bola (premis minor)
  • Jadi, Steven Gerrard ketika dilapangan menggunakan sepatu bola ber - pull (kesimpulan)
Dan dalam penalaran deduktif mempunyai macam-macam silogisme, yaitu : silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif dan silogisme entimen.
  1. Silogisme Kategorial
    Yaitu disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor. Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu :
    • Premis Umum = Premis Mayor (My)
    • Premis Khusus = Premis Minor (Mn)
    • Premis Simpulan = Premis Kesimpulan (K)
    dalam premis simpulan terdapat subjek dan predikat. Yang dimana subjek simpulan disebut term mayor, sedangkan predikat simpulan disebut term minor.
    Contoh silogisme kategorial :
    • My : Semua atlit sepak bola sangat mahir ketika men-juggling si kulit bundar
    • Mn : Steven Gerrard adalah atlit sepak bola
    • K : Steven Gerrard sangat mahir men-juggling si kulit bundar.
      2.  Silogisme Hipotesis
 Yaitu terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. konditional hipotesis adalah bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulanya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulanya juga menolak konsekuen.
Contohnya :
  • My : Jika tidak ada penonton, maka pertandingan akan dibatalkan.
  • Mn : Penonton tidak ada.
  • K : Jadi, pertandingan akan dibatalkan.
     3. Silogisme Alternatif
 Yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi alternatif. Proposisi alternatif adalah bila premis minornya membenarkan salah satu alternatif dari dua pernyataan.
Contohnya :
  • My : Steven Gerrard berposisi sebagai gelandang serang atau penyerang.
  • Mn : Steven Gerrard berposisi sebagai gelandang serang.
  • K : Jadi, Steven Gerrard bukan berposisi sebagai penyerang.
     4. Silogime Entimen
Yaitu yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Dan silogisme ini sangat jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tulisan maupun lisan. Biasanya hanya dalam sebuah ungkapan.
Contohnya :
  • Pada tahun 2005 Liverpool mendapatkan trofi Uefa Champions League karena telah menang dalam pertandingan melawan AC Milan.
  • Karena telah memenangkan pertandingan ketika melawan AC Milan pada tahun 2005, maka Liverpool berhak mendapatkan trofi Uefa Champions League.


 Referensi :
  • http://aanvagelink.blogspot.com/2012/03/difinisi-penalaran-dan-metode2nya.html
  • http://arief021091.wordpress.com/2011/10/27/arti-penalaran-definisi-penalaran-dan-hakikat-penalaran/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
  • http://www.shldirect.com/in/inductive_reasoning.html
  • http://aneneharief.wordpress.com/2012/04/02/penalaran/
  • http://raveltglory.blogspot.com/2011/10/macam-macam-penalaran.html 


 Demikianlah penjabaran materi tentang definisi penalaran dengan jenis-jenisnya yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif beserta bagian-bagian dan contohnya masing-masing yang saya tulis dengan berbagai macam referensi, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Dan pesan saya yang terkahir adalah agar para pembaca untuk bisa menghindari sebuah kegiatan yang tidak terpuji yaitu "plagiat" atau hanya meng-copy paste dari tulisan saya ini untuk kepentingan para pembaca secara pribadi, apapun bentuknya maka kepentingan para pembaca tidak ada nilainya jika hanya men-copy paste dari tulisan saya ini. atas perhatianya saya ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum .....