Sabtu, 31 Maret 2012

My Allah is Amazing !!!



Anda tahu mengapa saya mengambil judul "My Allah is Amazing", ya karena semalam pada hari Ahad tanggal 01-04-12 saya baru saja mengalami peristiwa yang hampir saja merenggut nyawa ibu serta adik perempuan saya ketika dalam perjalanan pulang dari Anyer menuju Jakarta, di Jalan Tol Merak-Jakarta tepatnya pada pukul 03.15 WIB. Berkat pertolongan Allah saya beserta ibu dan adik tiba dirumah pukul 04.00 WIB dengan selamat.

Berawal dari perjalanan pulang dari NFBS Anyer saya menjemput adik perempuan saya karena ada suatu kepentingan mendadak, tepatnya pada pukul 22.00 WIB kami baru keluar dari wilayah Anyer melewati Cilegon.

Singkat cerita pada pukul 23.00 WIB kami bertiga sudah memasuki Jalan Tol, tepatnya di daerah serang saya sudah mulai merasakan kantuk yang sangat, dan dengan sigap saya mengambil keputusan untuk tidur sejenak di Rest Area tedekat, kurang lebih satu jam saya tidur di Rest Area kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju Depok, namun baru beberapa KM perjalanan rasa kantuk itu pun mulai merasuki saya kembali, dan alhasil saya pun tidur kembali di Rest Area berikutnya.

Kali ini saya tidur hampir dua jam lebih karena mungkin dari pagi saya sudah beraktifitas seharian dikampus dan sorenya langsung berangkat ke Anyer yang mengakibatkan badan terasa sangat letih. Saya pun terbangun karena ibu yang duduk di samping saya membangunkan dan mengingatkan sekarang sudah pukul 02.00 WIB dini hari waktu setempat dan untuk menyegerakan perjalanan pulang karena paginya ibu saya sudah janji dengan orang.

Alhasil saya pun melanjutkan perjalanan dengan keadaan mata agak segar karena waktu istirahat yang cukup,akan tetapi ketika mobil sudah mulai memasuki Jalan Tol Jakarta tepatnya daerah BSD tiba-tiba mata saya terpejam entah berapa lama, munugkin sekitar 10 menit saya terpejam. Mobil yang tadinya ada di jalur tiga tiba-tiba sudah berada di jalur satu dalam kondisi kecepatan kurang lebih 80Km/Jam karena pada waktu itu posisi perseneling berada di gigi 4.

Saya kaget dan terguncang ketika ibu membangunkan "Kamal kamu ngantuk ya?" dan sempat shock, karena ada taxi yang menelakson saya hingga saya baru sadar ketika mobil yang saya kendarai sudah bersandar di pembatas jalan Tol tersebut, saya pun beristighfar berkali-kali ketika tau mobil masih dalam keadaan kecepatan tinggi. Saya pun langsung mengarahkan posisi mobil ke lajur 4 untuk ambil aman.


Di sini saya hanya bisa menyimpulkan bahwasanya Allah selalu berada di dekat hamba-Nya yang senantiasa berdoa ketika hendak berpergian, coba anda bayangkan jika mobil yang saya kendarai di jalan Tol yang tidak ada pembatas Jalan nya, apa yang akan terjadi? mungkin mobil yang saya kendarai sudah berguling-guling berpuluh-puluh kali dan entah kondisi bagaimana kondisi orang yang berada di dalam mobil jika tanpa pertolongan Yang Maha Hebat dan Maha Kuasa Allah subhanahu wata'ala. Naudzubillah min Dzalik Wallau'alam Bishowab.

Sekian pengalaman pribadi hebat yang bisa saya share ke anda, semoga dari peristiwa tersebut kita bisa mengambil hikmahnya agar lebih berhati-hati ketika mengendarai kendaraan, berikut saya akan tampilkan kondisi mobil Toyota Avanza setelah mengalami gesekan dengan pembatas Jalan Tol.








Minggu, 25 Maret 2012

Lazy is Expensive !!!


Salam hangat dari penulis untuk para pembaca, di sini saya akan menulis sebuah artikel yang menurut saya sangat penting untuk diperhatikan terutama bagi kalangan anak muda karena satu sifat inilah yang banyak mengakibatkan cita-cita seorang anak adam terutama kalangan muda kandas di tengah jalan yang megakibatkan tidak sedikit menjadikanya seorang anak yang kurang baik di masa yang akan datang dari segi kehidupanya naudzubillah min dzalik.

sebelum saya menulis secara detail tentang artikel "malas itu mahal" saya ingin menginfokan keberadaan saya sebagai penulis, sekarang pada tanggal 25 maret 2012 tepatnya hari kamis pukul 13.33 WIB berada di kota Depok yang berlokasi di pulau jawa tepatnya jawa barat, Depok kondisi cuaca siang ini sangat terik setelah beberapa hari lalu sempat diterjang angin besar yang mengakibatkan beberapa pohon besar rubuh yang berlokasi di daerah kota Jakarta-Depok dan sekitarnya dan mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

setelah menjalani kehidupan perkuliahan selama 2 tahun kurang lebih (semsester empat now) saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman dari proses belajar di perkuliahan tersebut, terutama sifat malas yang mungkin bagi beberapa orang sangat sulit untuk menghindari bahkan tak jarang juga justru banyak kalangan muda sekarang merasa sangat nyaman dengan kehidupanya yang serba malas itu, ini sebuah realita kawan.

disini saya hanya akan memberikan enam contoh kasus dampak mahal dari rasa malas itu yang sebenarnya masih banyak lagi dalam realita kehidupan kita ini :

pertama, kita bisa melihat dampak dari seorang anak SMA yang malas dalam menjalani proses belajarnya misalkan, maka anak SMA tersebut akan menjalani proses belajarnya dengan apa adanya tanpa tujuan seperti orang gila yang luntang-luntung kesana kemari tanpa visi misi yang jelas, disini kita bisa menilai dari rasa malas si anak SMA tersebut berdampak mahal pada kehidupanya, dia akan mengalami kesulitan ketika akan ujian akhir sehingga membuat orang tuanya harus mendaftarkan si anak tersebut ke tempat bimbel intensif untuk mendapatkan PTN favorit yang seharusnya tidak perlu jika selama proses belajar di SMA nya rajin, bahkan sampai ada yang merelakan umurnya kepotong setahun dengan ikut bimbel rounin untuk mendapatkan PTN favoritnya, ini baru satu contoh kawan betapa mahalnya rasa malas itu, dari segi uang dan waktu menjadi bukti dalam kasus rasa malas yang pertama.

kedua, seorang anak yang malas bergerak dalam keseharianya hanya dihabiskan untuk bermain game, maka dampaknya akan sangat jelas, si anak tersebut akan kelebihan berat badan dan akan mengalami hubungan sosial yang kurang baik terhadap teman-temanya, rasa malas si anak tersebut akan di bayar mahal dengan seringnya check-up ke dokter akan kondisi kesehatan anak tsb dan menjadikanya sulit bergaul dan beradaptasi jika berada dilingkungan baru.

ketiga, seorang pelajar yang malas mengerjakan tugas-tugas dari guru dan dosenya maka rasa malas itu akan dibayar mahal dengan nilai yang jelek bahkan yang lebih mahal lagi ketika si pelajar tersebut harus mengulang di kelas yang sama di tahun selanjutnya.

keempat, seorang karyawan yang dalam menyelesaikan pekerjaanya dengan asal-asalan karena sifat malasnya maka karyawan tsb akan sulit untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dalam pekerjaanya bahkan jika karyawan tsb sangat mennonjol sifat malasnya dapat mengakibatkan perlakuan yang kurang baik dari rekan kerja serta bosnya.

kelima orangtua, jika ada orang tua yang malas mendidik anaknya atau hanya di beri uang sebagai penghibur si anak maka akan di bayar mahal perlakuan orang tua tsb terhadap anaknya dengan moral anak yang buruk seperti suka membantah ketika orang tua atau guru menyuruhnya, bahkan yang lebih mahalnya lagi ketika si anak tsb menjadi beradalan karena sifat malasnya orang tua dalam mendidik anak.

keenam seorang Hamba terhadap Sang Khalik, sebagai umat muslim yang utuh sudah sepatutunya rajin mengerjakan shalat lima waktu dalam keseharianya tanpa meninggalkan satu waktu pun dalam keseharianya karena itu sudah harga mati yang tidak bisa di tawar ataupun jadi alasan kita sebagai muslim/ah sejati untuk meninggalkanya, jika kita malas ataupun mood-mood an dalam mengerjakanya makah Allah SWT tidak akan segan-segan membayar mahal dari sifat malas seorang hamba-Nya tsb dengan azab yang pedih Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Wallahu a'lam bisshawab mungkin hanya sekian artikel yang bisa saya shar ke pembaca, mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dalam penulisan atau ada pihak yang merasa di singgung hehehe :D
kesalahan dan kekurangan datangnya dari saya pribadi, dan kebenaran serta kesempurnaan hanya milik Allah swt, wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .............

Sabtu, 24 Maret 2012

(Hukum) Surat Berharga "Wessel"

Prolog


Surat berharga adalah surat pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi, sekuritas
kredit atau setiap derivatif dan surat berharga atau kepentingan lain atau suatu
kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar
modal maupun pasar uang.
(UU No. 7/1992 tentang Perbankan).

Fungsi  surat berharga

1. sebagai alat pembayaran (alat tukar uang).
2. sebagai alat untuk memindahkan hal tagih.
3. sebagai surat hak tagih. 

Konten



Surat wessel

adalah surat berharga yang memuat kata wessel didalamnya, diberikan tanggal dan ditandatangani disuatu
tempat, dan dimana si penerbit memberi perintah tanpa syarat kepada tersangkut untuk membayar sejumlah
uang kepada penerima yang ditunjuk oleh penerbit atau penggantinya disuatu tempat tertentu.

Syarat-syarat formil bagi suatu wessel diatur dalam pasal 100 KUHD bahwa.

suatu surat wessel harus memenuhi hal-hal sebagai berikut:

a. Kata "wesel", disebut dalam teksnya sendiri dan di istilahkan dalam bahasa surat itu.
b. Perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.
c. Nama si pembayar/tertarik.
d. Penetapan hari bayar.
e. Penetapan tempat dimana pembayaran harus dilakukan.
f. Nama Orang/pihak kepada siapa atau pihak lain yang ditunjuk olehnya pembayaran harus dilakukan.
g. Tanggal dan tempat ditariknya surat wesel.
h. Tanda tangan pihak yang mengeluarkan (penarik).

Kedelapan syarat tersebut diatas harus selalu tercantum dalam surat wesel. Tidak dipenuhinya 
salah satu syarat tersebut maka surat itu tidak berlaku sebagai surat wesel kecuai dalam hal-hal
berikut:
•Kalau tidak ditetapkan hari bayarnya maka wesel itu dianggap harus dibayar pada hari ditunjukkannya 
(wesel tunjuk).
•Kalau tidak ditetapkan tempat pembayaran tempat yang ditulis disamping namavtertarik dianggap sebagai
tempat pembayaran dari tempat dimana tertarik berdomisili.
•Kalau tidak disebutkan tempat wesel itu ditarik, maka tempat yang disebut disamping nama penarik 
 dianggap tempat ditariknya wesel itu.
    
NB :
Bagi surat wesel yang penyimpangannya tidak seperti tersebut diatas, maka surat wesel itu bukan wesel yang
 sah, dan pertanggungan jawabnya dibebankan kepada orang yang menandangani surat wesel itu.




Sumber :
kholil.staff.uns.ac.id

(Hukum) Franchise dalam "islam"

 

Prolog

Islam sebagai ajaran yang bersifat rahmatan lil 'alamin, semangatnya bertumpu pada kemaslahatan yang hakiki termasuk syariatnya dalam bidang muamalat (bisnis), dimana kaidah fiqih mengatakan bahwa pada prinsipnya hukum muâmalat adalah boleh selama tidak ada dalil yang mengharamkannya (dalam Al-quran dan Hadits). Dalil yang dapat mengubah hukum muâmalat dari boleh (halal) kepada tidak boleh (haram) tersebut mengacu kepada disiplin ushul fiqih yaitu dapat berupa dalil eksplisit (sharih) al-Qurân dan Hadits Nabi saw atau dalil lain melalui uji verifikasi tertentu seperti Ijmaâ (konsensus para ulama), Qiyas (analogi), Mashalih Mursalah (konsep maslahat) dan sebagainya.

Semua kaidah tersebut sebenarnya terfokus pada prinsip maslahat yaitu konsep pertimbangan baik-buruk, positif-negatif, dan mudharat-mashlahat berdasarkan kaidah umum dan dalil sharih serta shahih syariat Islam.

Prinsip sentral syariah Islam menurut Ibnul Qayyim dalam Iâlam al-Muwaqqiâin (vol.III/14) adalah hikmah dan kemaslahatan umat manusia di dunia dan di akhirat. Kemaslahatan ini terletak pada keadilan yang merata, rahmat (kasih sayang dan kepedulian), kesejahteraan dan kebijaksanaan. Apa saja yang merubah keadilan menjadi kezhaliman, rahmat menjadi kekerasan, kemudahan menjadi kesulitan, dan hikmah menjadi kebodohan, maka hal itu tidak ada kaitannya dengan syariah.

Tujuan utama ketentuan syariat (maqashid as-syariah) adalah tercermin dalam pemeliharaan pilar-pilar kesejahteraan umat manusia yang mencakup panca maslahat dengan memberikan perlindungan terhadap aspek keimanan (hifz din), kehidupan (hifzd nafs), akal (hifz âql), keturunan (hifz nasl) dan harta benda mereka (hifz mal). Apa saja yang menjamin terlindunginya lima perkara ini adalah maslahat bagi manusia dan dikehendaki syariah sebagaimana kesimpulan Imam Al-Ghazali dalam Al-Mustashfa, (vol.I/139-140)

Sistem nilai syariah sebagai filter moral bisnis bertujuan untuk menghindari berbagai penyimpangan moral bisnis (moral hazard) dengan komitmen menjauhi pantangan MAGHRIB termasuk dalam kegiatan usaha franchise yang menjadi parameter berlakunya kaidah al-ashlu fil muâmalat al-ibahah tersebut di atas yaitu meliputi 7 pantangan:

Pertama, Maysir yaitu segala bentuk spekulasi judi (gambling) yang mematikan sector riil dan tidak produktif. Kedua, Asusila yaitu praktik usaha yang melanggar kesusilaan dan norma social. Ketiga, Ghoror yaitu segala transaksi yang tidak transparan dan tidak jelas sehingga berpotensi merugikan salah satu pihak. Keempat, Haram yaitu objek transaksi dan proyek usaha yang diharamkan syariah. Kelima, Riba yaitu segala bentuk distorsi mata uang menjadi komoditas dengan mengenakan tambahan (bunga) pada transaksi kredit atau pinjaman dan pertukaran/barter lebih antar barang ribawi sejenis. Pelarangan riba ini mendorong usaha yang berbasis kemitraan yang saling menguntungkan dan kenormalan (sunnatullah) bisnis, di samping menghindari praktik pemerasan, eksploitasi dan penzhaliman oleh pihak yang memiliki posisi tawar tinggi terhadap pihak yang berposisi tawar rendah. Keenam, Ihtikar yaitu penimbunan dan monopoli barang dan jasa untuk tujuan permainan harga. Ketujuh, Berbahaya yaitu segala bentuk transaksi dan usaha yang membahayakan individu maupun masyarakat serta bertentangan dengan maslahat dalam Maqashid Syariah.






Ketujuh pantangan dalam bisnis tersebut dapat disimpulkan dari dalil-dalil berikut yaitu:


Firman Allah SWT.:


Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik yang dipukul, yang jatuh yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. (QS.Al-Maidah:3)

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa-sisa riba, jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (perintah itu), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak merugikan dan tidak (pula) dirugikan (QS. Al Baqarah : 278-279)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), perjudian (maysir), berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.(Al-Maidah:90)

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta (hak milik) sebahagian yang lain di antara kamu dengan cara yang batil (QS. Al-Baqoroh:188)

Sabda Nabi SAW:


“Sesungguhnya yang halal telah jelas dan yang haram telah jelas serta di antara keduanya terdapat yang samar (musytabihat). Sebagian besar manusia tidak dapat mengenalinya, maka siapa saja yang menjaga diri dari yang musytabihat itu berarti dia telah menjaga agama dan dirinya. Dan siapa saja yang terjatuh ke dalam musytabihat itu maka ia telah terjerumus kepada yang haram, sebagaimana seseorang yang menggembalakan ternaknya di sekeliling batas untuk menjaga diri dari melintasi batas itu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya setiap raja memiliki batasan-batasan, dan ketahuilah bahwa batasan Allah ialah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa pada tubuh terdapat segumpal daging yang jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh itu, dan jika dia rusak maka rusaklah tubuh itu. Ketahuilah bahwa dia adalah kalbu.� (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang lemak hewan, keju, dan jubah kulit. Beliau SAW menjawab: “Yang halal ialah apa yang Allah halalkan dalam Kitab-Nya dan yang haram ialah apa yang Allah haramkan dalam Kitab-Nya, sedangkan apa yang Dia diamkan maka itu termasuk hal yang dimaafkan”. (Riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majah).

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melalui suatu (tumpukan) bahan makanan yang oleh penjualnya dipujinya, kemudian Nabi meletakkan tangannya pada makanan tersebut, tetapi ternyata makanan tersebut sangat jelek, lantas Nabi bersabda: “Juallah makanan ini menurut harga yang pantas, sebab siapa saja yang menipu kami bukanlah termasuk golongan kami”. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibn Majah).

Wasiat Rasulullah untuk menghindari segala unsur yang dapat membahayakan termasuk dalam bisnis adalah sabdanya: “Tidak dibolehkan adanya suatu bahaya (dharar) dan sesuatu yang dapat membahayakan (dhirar).� (HR. Ibnu Majah dan Ahmad.) sebagaimana kaidah fiqih yang menegaskan “Adh-dhararu yuzal� (bahaya/ ancaman itu harus dihilangkan).

Dalam memberlakukan dalil dan kaidah syariah bisnis tersebut, tidak boleh ada keraguan ataupun was-was di dalamnya. (Ibn Rajab al-Hanbali, Al-Jami’ fi al-’Ulum wa al-Hikam, Dar al-Fikr, Beirut, h. 58-66). Rasulullah SAW bersabda: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kepada apa-apa yang tidak meragukanmu”. (HR. al-Nasai, al-Tirmidzi, al-Hakim, Ahmad; lihat al-Albani, Irwa’ al-Ghalil, I/44) Hal itu dalam rangka kehati-hatian syariah (ihtiyath) sebagaimana diri kita tidak ingin kemasukan barang haram yang dapat berakibat fatal. Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang dagingnya tumbuh dari (makanan) yang haram, neraka lebih pantas baginya. (HR. Ahmad.).

Sikap berhati-hati dari mengambil hak orang lain tanpa sah dalam bentuk apapun merupakan wasiat al-Qur’an: Sebagaimana sabda Nabi SAW.: “Tidak halal harta milik seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya. (HR. Ad-Daru Quthni)




Konten "Franchise"



Pada dasarnya dalam sistem franchise terdapat tiga komponen pokok yaitu: Pertama, Franchisor, yaitu pihak yang memiliki system atau cara-cara dalam berbisnis tersebut. Kedua, Franchisee, yaitu pihak yang ‘membeli’ franchise atau system tersebut dari franchisor sehingga memiliki hak untuk menjalankan bisnis dengan cara-cara yang dikembangkan oleh Franchisor. Ketiga adalah Franchise, yaitu system dan cara-cara bisnis itu sendiri. Ini merupakan pengetahuan atau ‘dapurnya franchisor yang dijual kepada franchisee.

Berdasarkan statistik menunjukkan bahwa kegagalan sistem franchise jauh lebih rendah dibanding system lainnya. Hal ini sangat logis karena bisnis dengan franchise mengandalkan sistem/cara atau operating manual yang sudah teruji melalui penemuan franchisor, serta sudah terbukti sukses dijalankan Franchisee sebelumnya. Franchisee baru paling tidak memiliki gambaran serta support dari Fanchisor.

Kendala utama yang sering dihadapi dalam bisnis adalah masalah pemasaran. Masalah ini lebih mudah di atasi melalui sistem franchise. Keuntungan dalam sistem Franchise ini adalah karena adanya brand name yang merupakan salah satu asset utama Franchisor. Dengan banyaknya Franchisee dalam satu sistem, bisnis dengan cara ini memiliki jaringan luas yang memperkuat brand name tersebut. Tanpanya, tidak ada daya tarik bagi calon Franchisee untuk membeli Franchise ini. Oleh karena itu, Franchisor akan selalu berusaha keras melakukan promosi demi mempertahankan serta meningkatkan brand name yang dampaknya juga baik untuk kepentingan Franchisee. Sekalipun demikian, agar hasilnya memadai, maka setiap Franchisee biasanya juga perlu memiliki strategi pemasaran sendiri.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam bisnis franchise, yang dapat diminta dari Franchisor oleh franchisee adalah:

Pertama, brand name yang meliputi logo, stationary dan lain-lain. Franchisor yang baik juga memiliki aturan mengenai tampilan shopfront secara detail.

Kedua, adalah sistem dan manual operasional bisnis. Setiap Franchisor memiliki operation manual yang sistematis, praktis serta applicable, dan mestinya juga tertulis. Ketiga, adalah operation support. Karena Franchisor memiliki pengalaman yang jauh lebih luas serta sudah membina banyak Franchisees, dia seharusnya memiliki kemampuan untuk memberi support bagi Franchisee yang baru.

Keempat adalah monitor, Franchisor yang baik melakukan monitor terhadap Franchisee untuk memastikan bahwa sistem yang disediakan dijalankan secara konsisten. Ini untuk menjaga konsistensi kualitas. Monitor juga berfungsi untuk melakukan support yang diperlukan jika Franchisee mengalami kesulitan.

Kelima adalah joint promotion. Ini berkaitan dengan unsur pertama yaitu masalah sosialisasi brand name.

Keenam adalah supply. Ini berlaku bagi Franchise tertentu, misalnya bagi franchise food & beverages dimana Franchisor juga merupakan supplier bahan makanan/minuman. Kadang-kadang Franchisor men-supply mesin-mesin atau peralatan yang diperlukan. Franchisor yang baik biasanya ikut membantu franchisee untuk mendapatkan sumber dana modal dari investor (fund supply) seperti bank misalnya, meskipun itu jarang sekali.

Pada umumnya, Franchisee perlu membayar initial fee yang sifatnya sekali bayar, atau kadang-kadang sekali untuk suatu periode tertentu, misalnya 5 tahun. Di atas itu, biasanya Franchisee membayar royalty atau membayar sebagian dari hasil penjualan. Variasi lainnya adalah bahwa Franchisee perlu membeli bahan pokok atau peralatan (capital goods) dari Franchisor.

Di samping keuntungannya, calon franchisee perlu juga berhati-hati. Sekarang ini, apa saja di-franchise-kan sehingga banyak juga franchise yang tidak semestinya di pasaran, baik dari pertimbangan prinsip syariah maupun marketable-nya. Dalam hal ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan calon Franchisee. Pertama, bagaimana kekuatan brand name-nya. Kedua, berapa franchisee yang dimiliki. Franchise yang hanya terdiri dari 3-4 Franchisee tentunya tidak memiliki jaringan yang memadai untuk membentuk kekuatan tersendiri. Ketiga, berapa harga yang dibayarkan kepada Franchisor, khususnya bila ada ketergantungan bahan baku/supply dari Franchisor. Apakah harga yang ditawarkan wajar. Keempat, apakah Franchisor tersebut benar-benar memiliki hak resmi untuk menjual franchise kepada calon Franchisee. Dalam sistem master-franchise, hal ini layak mendapat perhatian besar karena kadang-kadang yang menamakan dirinya Franchissor ternyata tidak memiliki hak untuk menjual franchise. Kelima, kesesuaiannya dengan prinsip syariah sehingga perlu selektivitas dan filter maslahat serta diutamakan yang memiliki dampak kepada pengembangan sosial ekonomi umat Islam baik dalam maupun luar negeri.

Contoh bisnis franchise banyak sekali seperti yang sangat familiar adalah bisnis franchise makanan yang merupakan generasi pertama yang membesarkan bisnis dengan sistem franchise ini dan sekarang telah banyak alternatif franchise makanan dalam negeri sebagai substitusi franchise luar negeri yang banyak didominasi Eropa dan Amerika. Contoh yang masih anyar adalah Iran yang tengah mengembangkan jaringan bisnis minuman Zam-zam Cola sebagai pesaing Coca Cola milik Amerika yang tengah diboikot banyak negara Islam, karena sentimen anti terhadap negara yang mendukung penindasan rakyat Palestina. Yang lainnya seperti Dymocks Book Store, Fantastic Furniture, Harvey Norman, Captain Snooze.

Pada saat ini hampir semua cabang usaha menengah kecil masuk ke franchise, mulai dari usaha pemotong rumput, jasa kurir, cleaning service, membuat signage, usaha printing, edukasi, IT Training, Bookkeeping, Financial Service, Retail.

Berdasarkan penelitian University of Southern Queensland, rata-rata start-up cost untuk franchise business adalah A$68,600. Franchise business tumbuh sejalan dengan trend zaman dengan cukup pesat. Saat ini, omzet seluruh usaha dengan sistem ini sekitar A$37 bilion dengan total pekerja sekitar 553.000 .

Pada dasarnya, sistem franchise merupakan sistem yang baik untuk belajar, jika suatu saat berhasil dapat melepaskan diri dari franchisor karena biaya yang dibayar cukup mahal dan selanjutnya dapat mendirikan usaha sendiri atau bahkan membangun bisnis franchise baru yang islami. Waralaba atau franchise adalah cara paling mudah untuk memulai wirausaha. Tak perlu memikirkan sistem. Tinggal beli dan franchisor akan datang mengurusi semuanya dan bunda tinggal menunggu hasilnya. Namun begitu ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memutuskan membeli waralaba.

Pertama. Merk.

Ini terkait dengan imej produk waralaba. Walaupun brand besar tidak memberi jaminan 100% kesuksesan bagi franchisenya, tetap diperlukan agar kita sebagai franchisee tidak perlu ikut sibuk mempromosikan produk. Karena butuh waktu yang cukup lama untuk membuat sebuah brand dan ini berkorelasi dengan kualitas yang dikenal cukup baik di mata konsumen. Dan kualitas tentunya berkorelasi dengan keuntungan.

Kedua. Sistem.

Sistem meliputi SOP (Standard Operating Procedure), SDM dan rencana pemasaran. Karena dengan sistem ini franchisor membesarkan franchisenya. Jika sistem tak jelas atau tidak terstandar sebaiknya dihindari. Umumnya hal-hal yang biasanya ditawarkan franchisor kepada franchisenya meliputi antara lain; analisa lapangan atau survey lokasi, desain gedung, lay out ruangan, training manajemen, konsultasi promosi dan iklan, standarisasi prosedur dan operasional, sentralisasi suplai barang-barang, tuntunan keuangan (pembukuan), dan kontinuitas support.

Ketiga. Fee.

Biaya pembelian franchise atau initial fee biasanya sudah termasuk pembelian merk dengan jangka waktu tertentu atau seumur hidup dan set up. Untuk royalti biasanya dihitung dari omset yang didapat setiap bulannya dan persentasenya bervariasi. Umumnya berkisar 2% sampai 5%.

Bisnis waralaba bukan bebas risiko termasuk waralaba yang sudah punya nama besar sekalipun. Kesuksesan bisnis waralaba tidak bisa lepas dari franchisee atau pembeli waralaba juga sehingga tetap memerlukan keseriusan, kerja keras dan kerja cerdas.

Dengan demikian berdasarkan prinsip dan kaidah syariah yang telah disebutkan di atas, hukum bisnis franchise sangat tergantung kepada kesesuaian bidang usaha bisnis franchise dan system serta mekanisme kerjasamanya dengan prinsip syariah dan ketiadaan padanya dari segala pantangan syariah dalam bisnis. Hal itu berdasarkan kaidah kerjasama dalam Islam termasuk kerjasama bisnis hendaklah selalu dalam kerangka kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam kerangka dosa dan kejahatan. (QS. Al-Maidah:2). Selain itu, adalah sangat penting diperhatikan sentimen pasar umat Islam yang terkait dengan pertimbangan franchise untuk bisnis yang memiliki ikatan dan kontribusi terhadap negara-negara yang menindas umat Islam sebagaimana fatwa ulama dunia seperti Prof Dr. Yusuf Al-Qaradhawi dan Syeikh Ahmad Yasin yang menyerukan boikot massal secara sistematis, strategis dan realistis terhadap produk negara-negara yang menyokong penindasan umat dan dunia Islam selama masih ada alternatif bisnis lain dan substitusinya yang memungkinkan. Wallahu Alam Wa Billahi at Taufiq wal Hidayah.



Sumber: 
- Dakwatuna.Com
- sobisy.blogspot.com

(Hukum) Objek dan Subjek nya

Subyek Hukum
Subyek hukum adalah pemegang hak dan kewajiban menurut hukum. Dalam kehidupan sehari-hari, yang menjadi subyek hukum dalam sistem hukum Indonesia, yang sudah barang tentu bertitik tolak dari sistem hukum Belanda, ialah individu (orang) dan badan hukum (perusahaan, organisasi, institusi). Dalam dunia hukum, subyek hukum dapat diartikan sebagai pembawa hak, yakni manusia dan badan hukum.

  • Manusia
      Manusia (naturlife persoon) Menurut hukum, tiap-tiap seorang manusia sudah menjadi subyek hukum secara kodrati atau secara alami. Anak-anak serta balita pun sudah dianggap sebagai subyek hukum. Manusia dianggap sebagai hak mulai ia dilahirkan sampai dengan ia meninggal dunia. Bahkan bayi yang masih berada dalam kandungan pun bisa dianggap sebagai subyek hukum bila terdapat urusan atau kepentingan yang menghendakinya. Namun, ada beberapa golongan yang oleh hukum dipandang sebagai subyek hukum yang "tidak cakap" hukum. Maka dalam melakukan perbuatan-perbuatan hukum mereka harus diwakili atau dibantu oleh orang lain.
  • Badan Hukum
      Badan Hukum (recht persoon) Badan hukum adalah suatu badan yang terdiri dari kumpulan orang yang diberi status "persoon" oleh hukum sehingga mempunyai hak dann kewajiban. Badan hukum dapat menjalankan perbuatan hukum sebagai pembawa hak manusia. Seperti melakukan perjanjian, mempunyai kekayaan yang terlepas dari para anggotanya dan sebagainya. Perbedaan badan hukum dengan manusia sebagai pembawa hak adalah badan hukum tidak dapat melakukan perkawinan, tidak dapat diberi hukuman penjara, tetapi badan hukum dimungkinkan dapat dibubarkan.

Obyek Hukum
Objek hukum ialah benda. Benda adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum atau segala sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subjek hukum atau segala sesuatu yang dapat menjadi objek dari hak milik.
Menurut pasal 503 sampai dengan pasal 504 KUH perdata disebutkan bahwa benda dapat dibagi menjadi dua yaitu:
  • Benda yang bersifat kebendaan
  • Benda yang bersifat tidak kebendaan.
  • Benda bergerak juga dibedakan atas dua yaitu :
  1. Benda bergerak karena sifatnya Misalnya : kursi, meja, dan hewan – hewan yang dapat berpindah sendiri.
  2. Benda bergerak karena ketentuan undang – undang Misalnya : hak memungut hasil atas benda – benda bergerak, saham – saham perseroan terbatas.
  • Benda tidak bergerak dibedakan atas tiga yaitu :
  1. Benda Bergerak Karena Sifatnya
    Misalnya : tanah, tumbuh – tumbuhan, arca, patung.
  2. Benda tidak bergerak karena tujuannya
    Misalnya : mesin alat – alat yang dipakai dalam pabrik.
  3. Benda tidak bergerak karena ketentuan undang – undang
    Misalnya : hak pakai atas benda tidak bergerak dan hipotik.
Membedakan benda bergerak dan benda tidak bergerak sangat penting karena berhubungan dengan empat hak yaitu, pemilikan (bezit), penyerahan (levering), daluwarsa (verjaring), dan pembebanan (bezwaring).

sumber : 
http://edwinpatimoeraya.blogspot.com/
 

(Hukum) Bisnis dan Ekonomi





adalah peraturan yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur manusia dalam bermasyarakat, yang apabila dilanggar akan mendapatkan saksi yang tegas oleh si penegak hukum.
#Hukum


untuk mencapai keadilan manusia dalam hidup bermasyarakat disamping kepastian hukum.
#TujuanHukum

kegiatan usaha yang ditunjukan untuk mencapai keuntungan, baik itu dibidang produksi, distribusi atau pemasaran dan perdagangan.
#Bisnis

peraturan-peraturan yang mengatur kegiatan bisnis agar bisnis dijalankan secara adil.
#HukumBisnis

oikos yang berarti rumah tangga, dan nomos yang berarti mengatur.
jadi dari dua kata tersebut Ekonomi dapat diartikan sebagai mengatur rumah tangga agar tecapainya kesejahteraan dalam hidup.
#PengertianEkonomi

hukum yang mengatur distribusi atau pembagian sumber-sumber daya agar tercapai kesejahteraan yang berkeadilan.
#HukumEkonomi

1. Peraturan perundang-undangan.
2. Perjanjian/kontrak.
3. Traktat
4. Yurisprudensi
5. Kebiasaan-kebiasaan dalam bisnis
6. Doktrin
#Sumber-sumberHukumBisnisdanEkonomi


Sumber : Munawar Kholil