Senin, 28 Februari 2011

Sejarah perkembangan perekonomian Indonesia 1990-1995

Bangsa Indonesia telah melewati 25th pertama Pembangunan Jangka Panjang I (PJPT I) yang di canangkan sejak 1 april 1969, dengan dua tujuan yang sama yaitu; meningkatkan taraf hidup rakyat dan kesejahteraan rakyat serta meletakkan landasan yang kuat untuk pembangunan tahap berikutnya.

Kemudian pada tanggal 1 april 1994, Indonesia memasuki PJPT II (tahap tinggal landas), yang bertujuan menciptakan masyarakat yang maju, sejahtera, dan mandiri dalam kehidupan yang serba seimbang.

Peristiwa-peristiwa penting 1990-1995

(Periode 1990-1995)

Indonesia mengalami berbagai peristiwa penting dalam politik. Dalam peristiwa ini Indonesia melaksanakan pemilu yang kelima. Dan dalam periode ini juga Indonesia merayakan ulang tahun proklamasi RI yang ke-50.

(Januari 1990 – Desember 1992)

Harga minyak dipasaran internasional mengalami ketidak stabilan harga yang sangat diluar batas yaitu dari angka USS 19,24/barel naik menjadi US$ 29,01/barel yang kemudian turun menjadi US$ 18,07/barel.

(27-28 Januari 1992)

Melalui konfrensi KTT Asean di Singapura disepakati dua naskah pokok perjanjian kerjasama ekonomi sebagai prinsip dasar bagi perkembangan kerjasama ekonomi di Negara-Negara Asean.

(12 November 1991)

Terjadi peristiwa berdarah di Dili, Timor Timur. Peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan peristiwa Dili. Yang dimana dalam kejadian tersebut, banyak para demonstran Timor Timur yang tewas akibat bentrokan terhadap petugas keamanan setempat.

( 9 Juni 1992)

Bangsa Indonesia melangsungkan pemilu yang kelima dalam sejarah politik orde baru. Untuk memilih anggota DPR dan DPRD seperti tiga pemilu terdahulu, pemilu 1992 diikuti oleh tiga kontestan, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (GOLKAR), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) untuk memperebutkan 400 kursi di DPR RI.

(1-6 September 1992)

Indonesia menggelar perhelatan akbar yakni Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan NonBlok (GNB) yang ke-10.

(November 1992)

Presiden Soeharto berkunjung ke Dakar, Senegal. Untuk menghadiri KTT G-15 dan Presiden mewakili Indonesia untuk mengulurkan bantuan perekonomian Negara-negara yang mengalami masalah perhutangan luar negeri.

(Awal 1993)

Total omzet BUMN mencapai sekitar Rp 72 Triliun. Dari segi aktifitas Ekonomi BUMN beroperasi hampir di setiap sector perekonomian Indonesia. Ke-184 BUMN yang ada dapat dikategorikan ke dalam 31 bidang usaha, antara lain : pertanian, pertambangan, perdagangan, perbankan, telekomunikasi, listrik, jasa, dan konstruksi. Beberapa diantaranya dalam industry strategis.

(Juni 1993)

Pemerintah membentuk komisi nasional hak asasi manusia (komnas HAM) melalui keppres No. 50/1993. Yang diketuai oleh mantan Ketua mahkamah Agung Ali Said, dan didampingi oleh Baharuddin Lopa sebagai sekjen.

(November 1993)

Indonesia semakin aktif dalam forum kerjasama ekonomi internasional, diantaranya APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) forum kerjasama diantara 15 negara di Asia.

Dalam kurun waktu 1990-1995 pemerintah mengambil tindakan swastanisasi yang bertujuan untuk pengalihan kepemilikan badan usaha milik Negara (BUMN) kepada yang non pemerintah dalam pengoperasian BUMN.

Dampak dari perekonomian Indonesia pada tahun 1990-1995

Meningkatnya kaum urbanisasi yang pindah dari daerah menuju ke ibukota yang dikarenakan semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan didaerah-daerah asal mereka yang kemudian para kaum urbanisasi tersebut berinisiatif untuk berpindah tempat ke ibukota dengan harapan akan mendapatkan pekerjaan yang lebih untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Akan tetapi para kaum urbanisasi justru malah kebanyakan yang menjadi kaum gelandangan ditengah hiruk-pikuknya ibukota yang dikarenakan minimnya pengetahuan orang-orang daerah tersebut yang kemudian justru menjadikan mereka menjadi lebih merugi dari kehidupan sebelumnya, dimulai dari sinilah muncul keluarga-keluarga pengemis dan para gelandangan di tengah-tengah ibukota.