Sabtu, 25 April 2009

Diet untuk penyakit Hepatitis

Hepatitis merupakan salah satu gangguan pada hati yang disebabkan oleh virus, yang disebut sebagai virus hepatitis. Sedangkan hati, atau istilah dalam kedokteran disebut hepar adalah organ tubuh yang paling sentral dalam kehidupan manusia. Dikatakan paling sentral, karena hati mempunyai banyak fungsi yang sangat kompleks, antara lain untuk metabolisme hidrat arang dan lemak, menetralkan berbagai jenis racun, dan memproduksi getah empedu.
Melihat begitu banyaknya fungsi hati dalam berbagai proses metabolisme, maka jika terjadi kerusakan hati akan terjadi gangguan pada proses metabolisme berbagai zat dalam tubuh. Karena rusaknya alat sentral dalam tubuh, maka perlu dilakukan diet sehingga kerja hati tidak terlalu berat. Atau dengan kata lain agar hati dapat bekerja secara efektif walaupun terjadi kerusakan.

Kandungan hidrat arang dalam diet harus dibuat semaksimal mungkin agar glikogen tersedia cukup banyak dalam hati. Protein juga harus disediakan dalam jumlah yang cukup sehingga akan menghambat metamorfosis lemak atau berbagai zat beracun dalam parenkim.

Pada kasus berat, barangkali pasien sangat memerlukan pemberian glukosa melalui infus. Tahap selanjutnya dimana pasien masih dapat minum maka harus diberikan sebanyak mungkin cairan hidrat arang dalam bentuk air buah yang diberi gula. Selanjutnya bila kondisi sudah mulai membaik, diet dapat diperluas menurut selera pasien. Mengingat bervariasinya kondisi penderita hepatitis, maka diet yang diberikan di Rumah Sakit juga bermacam-macam, mulai diet hati I, II, III, dan IV.

Dalam kondisi akut, bubur merupakan konsumsi yang paling tepat bagi pasien, sehingga kerja hati dalam pelaksanaan metabolisme tidak terlalu berat. Para ahli gizi menganjurkan, selama kondisi pasien masih lemah sebaiknya konsumsi bubur terus dilakukan.

Sedangkan untuk makanan yang dianjurkan atau dipantangkan bagi penderita hepatitis, tergantung pada kondisi fisik pasien, misalnya tinggi badan dan berat badan, juga kondisi kesehatan yang lain. Namun secara umum, ada beberapa pedoman dalam berdiet bagi penderita hepatitis.

Beberapa pantangan yang harus dihindari antara lain :
• Semua makanan yang mengandung lemak tinggi seperti daging kambing dan babi, jerohan, otak, es krim, susu full cream, keju, mentega/ margarine, minyak serta makanan bersantan seperti gulai, kare, atau gudeg.
• Makanan kaleng seperti sarden dan korned.
• Kue atau camilan berlemak, seperti kue tart, gorengan, fast food.
• Bahan makanan yang menimbulkan gas, seperti ubi, kacang merah, kool, sawi, lobak, mentimun, durian, nangka.
• Bumbu yang merangsang, seperti cabe, bawang, merica, cuka, jahe.
• Minuman yang mengandung alkohol dan soda.
Sedangkan bahan makanan yang baik dikonsumsi penderita hepatitis :
• Sumber hidrat arang seperti nasi, havermout, roti putih, umbi-umbian.
• Sumber protein antara lain telur, ikan, daging, ayam, tempe, tahu, kacang hijau, sayuran dan buah-buahan yang tidak menimbulkan gas.
• Makanan yang mengandung hidrat arang tinggi dan mudah dicerna seperti gula-gula, sari buah, selai, sirup, manisan, dan madu.